Curhat??? Curhat??? Curhat???

14 01 2010

Ngaku deh ,kamu semua pasti pernah ngelakuin ini kan? Lebih-lebih di usia remaja, curhat sudah  menjadi  kebutuhan bahkan gaya hidup keseharian. Apalagi bagi orang yang memiliki mental ‘pengadu’ wow, sedikit-sedikit curhat kepada orang lain atau minta diperhatiin sama orang yang dianggap bisa melindungi atau dimintaiin pendapat.

Banyak hal yang bisa dijadikan bahan curhat. Mulai dari soal pelajaran kuliah, punya temen baru yang oke atau rese, dosen yang baik atau ngebetin, orang tua yang bawel, pacar yang lagi ngambek, wuah banyak deh,nggak muat kalo ditulis semua. Tempat curhat pun bervariasi, mulai dari ortu, teman, pacar, tetangga, deelel. Nah lho, siapa yang suka curhat?

Tentu saja orag yang curhat memiliki motivasi yang bermacam-macam. Paling tidak meringankan beban perasaan, atau minimal didengarkan. Ada juga yang sekadar iseng. Atau curhat kepada orang yang dipercaya, agar mendapat solisu , baik berupa masukan atau tindakan nyata.

Namun , curhat yang sebenarnya memiliki arti yang sanagt luas, sering dipersempit kepada hal-hal yang berkaitan dengan percintaan . Dan ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang kebetulan mempunyai pacar.

Mau tau, gimana seh curhat menurut pandangan Islam?( ih, ribet banget sih, masa curhat pun dibahas dan diatur dalam islam?) Eit, jangan salah, disitulah  letak keindahan Islam. Kita umatnya tidak pernah dibiarkan terombang-ambing tanpa arah dan tujuan yang jelas. Kita selalu dalam tuntunan Islam agar tidak terperangkap dalam ranjau kehidupan .Yang nyiptain kita siapa sih ?? Dia Yang Maha Tahu kan?Ya so pasti, pencipta kita lebih tahu apa yang terbaik buat kita , nggak mungkin dong Dia memberi aturan untuk membuat kita celaka?

HAL YANG PERLU DIJAUHI DALAM BERCURHAT:

a)     Merasa penuh kekurangan dan menuduh Tuhan tidak adil

Biasanya orang yang terlalu banyak curhat kepada semua orang, memiliki sifat rendah diri atau kehilangan semangat hidup. So pasti, islam sangat melarang curhat model ini karena akan menyebabkan orang tersebut berkeluh kesah sepanjang hidupnya, tidak mau mensyukuri karunia yang diberikan, dan tidak mau berbuat sesuatu yang lebih bermanfaat

b)     Tidak menjadikan curhat sebagai wahana pamer atas keberhasilan atau kebahagiaan yang sedang dialami

pengungkapan kebahagiaan kepada orang lain memang dianjurkan oleh islam:

“dan terhadap nikmat Tuhan maka hendaklah kamu menyebutnya (dengan bersyukur)”(QS.93:11)

penyebutan nikmat atau kebahagiaan untuk berbagi kepada orang lain dan mensyukuri karunia Tuhan. Sekali lagi, bukan untuk pamer(riya). Pamer hanya akan menyakiti hati orang lain dan menjauhkan diri dari orang-orang yang kita sayangi. Pamer juga merupakan sifat asli syetan, selain takabur

AGAR CURHAT TETAP MEMILIKI MANFAAT, SEBAIKNYA KAMU PERHATIKAN HAL-HAL BERIKUT INI:

a)     Curhat sama siapa ya ??

Sebelum curhat, tentukan siapa yang pantas dijadikan tempat curhat. Kalau curhat

yang berkaitan dengan hal-hal yang sangat sangat rahasia, maka harus dipilih orang yang bisa dipercaya untuk menyimpan rahasia tersebut. Kalau orang yang kita curhati ternyata ‘ember’ yang suka buka kartu misalnya, maka justru curhat tersebut menjadi lahan fitnah, baik diri sendiri maupun orang lain di lingkungan sekolah, rumah maupun kehidupan sosial kita. Akibatnya bisa berabe abis, dan sudah pasti semakin bertambah stress. O ya, curhatnya jangan co-ce , kecuali kalau benar-benar darurat,oke. Kalo ada yang bilang”ya, gimana ya, cowok itu lebih enak diajak curhat sih ”, wah gak bener banget tuh, pasti ada sesuatu dibalik itu. Kasian ama hati dan bahkan bisa jadi fitnah lo. So, coba deh curhat keteman yang sejenis. Kamu bisa rasaiin bedanya dan lebih nyaman., tentram, adem ayem

b)     Curhat ‘about what’?

Kamu harus selektif bahwa apa-apa yang akan diadukan benar-benar membutuhkan masukan atau pendapat dari orang lain. Jangan sekali-kali curhat yang justru menunjukkan bahwa kamu itu ‘stupid’alias songong, sehingga orang yang kita curhatin menjadi sebel dan jijik. Oleh karena itu, sebelum curhat, pikirkanlah masak-masak , apakah hal-hal seperti ini, ini, dan ini pantas disampaikan. Kalau memang ada masalah, baik persoalan yang muncul karena faktor diri kita atau karena ulah orang lain, cobalah dulu menyelesaikan dengan kemampuan yang ada. Apabila merasa tidak bisa menangani atau tidak kuat menanggung bebennya, barulah kamu boleh curhat kepada orang yang dapat dipercaya denga harapan orang tersebut mau dan mampu memberikan jalan keluar.

c)      Apakah ada yang kamu dapat setelah curhat??

Curhat harus betul-betul memiliki manfaat dan bisa mendewasakan diri dalam mengambil langkah ke depan. Jangan curhat bila hnay ingin pamer, membicarakan kejelekan dan kelemahan orang lain, atau malah menjadikan kamu sebagai orang yang tidak memiliki sikap syukur terhadap apa-apa yang diberikan Tuhan.

Selain kepada manusia, curhat sebenarnya bisa dilakukan dengan cara-cara positif seperti mennuangkannya dalam bentuk tulisan, diary, cerpen, artikel , puisi atau novel.Bisa juga dengan membaca buku, majalah yang bisa nambah semangat hidup kamu. Olahraga, seni juga bagus untuk ngilangin stress.

Ada yang harus diperhatikan oleh orang beragama. Bahwa curhat yang paling baik dan utama adalah mengadukan segala urusan hidup ini kepada allah Sang pencipta. Kita sudah tahu bahwa manusia tempat salah dan lupa. Otomatis akan dikelilingi banyak masalah. Shalat yang khusyu adalah waktu yang paling efektif untuk bercurhat ria dengan-Nya. Bangun ditengah malam yang hening, kemudian mengambil air wudhu, lalu tenggelam dalam sujud dan munajat kepada-Nya. Subhanallah, inilah  curhat terindah.


Aksi

Information

4 responses

11 11 2011
uya

tp ada yg blg curhat gk bleh,krn sm z ngmbar ksushan atau apalh,sm Allah z ktny curhtny.
tp knp ea yg ada mlah pusg lg gk di curhting

12 11 2011
Mr.Smile

Curhatnya jangan ngomongin orang, ntar jadi ghibah n itu yang dilarang ^_^ curhat terbaik itu emang sebaiknya sama Allah swt tapi curhat kepada orang juga boleh, supaya kita gak stress begitu ^_^

28 07 2013
Lisa

Assalamu’alaikum Wr.Wb. permisi saya mau tanya ini pada admin yang nulis, kira-kira kalau semisala dalam kasus seperti ini, kan saya punya temen sekamar kos 1 bulan ini, orangnya menurut saya taat beribadah, namun terkadang kata-katanya sangat menyakitkan hati, bahkan terkadang saya sampai menangis sembunyi-sembunyi waktu ada di kantor sama dia gara-gara kata-katanya. nah yang mo saya tanyakan apakah berdosa, kalau saya kemudian curhat sama sahabat saya/sama adik kandung saya mengenai apa yang mesti saya perbuat, dan agar bagaimana sakit hati saya ini bisa berkurang. nah apakh itu termasuk ghibah/gosip/su’udzon/bergunjing??? mohon balasan emailnya ya admin, terimakasiiih…

3 09 2014
Mr.Smile

Wa’alaikumussalam Wr Wb

Menurut saya itu berarti ibadah nya dia tidak tercermin dalam prilaku dia sehari-hari. Maka bersabarlah insya Allah itu lebih baik dan doakan dia untuk bisa bertaubat dari sikap dia yang suka menyakiti lewat kata-kata.

Sesungguhnya perbuatan itu kembali pada masing-masing individunya, yang bisa kita lakukan adalah berusaha untuk memberikan dia pemahaman bahwa kata-kata nya itu tidak baik. Berikan motivasi dan pengertian pada dia agar kelak dia bisa merubah sikapnya tersebut.

Dan untuk saudari Lisa, saran saya cobalah bersabar dan terus mendoakan yang terbaik dan yakinlah bahwa kesabaran itu akan berbuah manis. Insya Allah

^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: